Example floating
Example floating
Editorial

Gagal Pimpin, Kini Aliong Wariskan CPM: Akankah Rakyat Tertipu Lagi?

3008
×

Gagal Pimpin, Kini Aliong Wariskan CPM: Akankah Rakyat Tertipu Lagi?

Sebarkan artikel ini
Background: Jalan Lise dengan Anggaran Miliaran/ Insert: Aliong Mus dan Citra Mus

Editorial, Trisula.news – Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sembilan TPS Pulau Taliabu lebih dari sekadar koreksi administratif. Ini adalah titik balik sejarah. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya kursi kekuasaan, tapi masa depan seluruh rakyat Taliabu: akankah tetap terjebak dalam kegagalan yang sama?

Aliong Mus, dua periode memimpin, gagal menunaikan janji mendasarnya. Jalan lingkar yang menjadi simbol pembangunan tak kunjung selesai. Janjinya jelas: ” Dalam waktu tiga tahun jalan lingkar Taliabu tidak selesai, bilang Aliong Mus penipu” Kini, satu dekade berlalu, janji itu terbukti kosong. Jalan hancur, proyek terbengkalai, rakyat dikhianati.

Ironisnya, setelah gagal, Aliong justru mendorong adik kandungnya, Citra Puspasari Mus (CPM), maju sebagai calon bupati. Pertanyaannya: apakah kegagalan akan diwariskan? Apakah Taliabu hanya akan berpindah dari satu wajah kekuasaan ke wajah lain yang masih satu darah?

Rekam jejak CPM tak kalah mencemaskan. Dugaan penggunaan ijazah palsu untuk meraih jabatan kini telah dilaporkan, namun telah cukup mengoyak kepercayaan publik. Saat menjabat sebagai Kadis Pendidikan, bukannya memperbaiki, justru meninggalkan catatan kelam: pemotongan dana BOS, proyek bangunan sekolah mangkrak, siswa belajar tanpa meja. Beginikah cerminan pemimpin yang digadang?

Lebih mengkhawatirkan, CPM menggandeng La Utu Ahmadi, tokoh yang dikaitkan dengan proyek rumah kumuh mangkrak. Alih-alih membawa pembaruan, mereka berdua justru dipersatukan dan maju sebagai cabup dan cawabup Taliabu. Apakah rakyat Taliabu akan menyerahkan nasibnya pada kombinasi masa lalu yang belum selesai?

Aliong dan CPM adalah dua sisi dari mata uang yang sama: kekuasaan yang dibungkus pencitraan, bukan perubahan. Keduanya berdiri di atas janji-janji gagal, proyek tak tuntas, dan penderitaan rakyat yang terus berlangsung. Jika rakyat lengah, Taliabu akan kembali jatuh ke dalam siklus stagnasi yang mematikan harapan.

PSU bukan sekadar pemilihan ulang. Ini adalah ujian kesadaran rakyat. Saatnya bertanya: apakah Taliabu akan terus dipimpin oleh jaringan yang sama, atau mulai membuka jalan bagi pemimpin baru yang benar-benar peduli dan berpihak?

Jangan biarkan masa depan anak-anak kita ditentukan oleh kepentingan sekelompok elite. Jangan ulangi kesalahan yang sama. Aliong telah gagal. CPM menyimpan banyak tanda tanya. Jika keduanya terus diberi tempat, maka jawabannya jelas: Taliabu akan tetap jalan di tempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *