Example floating
Example floating
Bogor

Sinergi Emas di Hulu Bogor: Aliansi BEM, Menteri LH, dan ANTAM Hijaukan Zona Merah Resapan Air

568
×

Sinergi Emas di Hulu Bogor: Aliansi BEM, Menteri LH, dan ANTAM Hijaukan Zona Merah Resapan Air

Sebarkan artikel ini

Bogor, Trisula.news – Semangat restorasi lingkungan menggema di Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Aliansi BEM se-Bogor Raya menggelar aksi bertajuk Gerakan Penghijauan Batch 1 dengan menanam 1.000 pohon di kawasan hulu resapan air yang kini berstatus zona merah rawan bencana ekologis.

Tak sebatas wacana kritis, ratusan mahasiswa turun langsung ke lapangan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap ancaman kerusakan lingkungan. Aksi ini menjadi langkah mitigasi dini untuk menjaga keseimbangan ekosistem dari titik hulu.

Agenda tersebut mencatatkan momen penting dengan kehadiran langsung Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Kehadiran Menteri LH RI dinilai bukan sekadar dukungan simbolik, melainkan bentuk komitmen dan keteladanan negara dalam menjaga kedaulatan ekologis.

“Kehadiran Bapak Menteri memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi kami. Ini pesan kuat bahwa pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap isu lingkungan di Bogor,” ujar Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi.

Keberhasilan kegiatan ini juga ditopang kolaborasi strategis bersama PT ANTAM melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). ANTAM berperan aktif dalam penyediaan bibit tanaman hingga sarana dan prasarana pendukung kegiatan.

Indra menegaskan, ANTAM bukan sekadar mitra kegiatan, melainkan sahabat lingkungan bagi mahasiswa. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa dan korporasi mampu melahirkan dampak konkret bagi kelestarian alam.

“Kerja sama ini membuktikan bahwa investasi terbaik adalah menjaga lingkungan. Kami berharap langkah ANTAM menjadi teladan bagi pihak swasta lainnya,” katanya.

Gerakan Penghijauan Batch 1 disebut sebagai awal dari rangkaian panjang aksi lingkungan Aliansi BEM se-Bogor Raya. Dengan melibatkan akademisi, masyarakat, dan pemerintah, gerakan ini dipastikan berlanjut secara berkelanjutan dan lebih masif.

“Apa yang ditanam hari ini adalah harapan bagi jutaan warga Bogor. Alam adalah tanggung jawab bersama, dan sinergi menjadi kunci utama penyelamatannya,” tutup Indra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *