Cibinong, Trisula.news – Sebanyak 1.517 ekor ikan koi dari berbagai penjuru Indonesia memadati Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, dalam ajang bergengsi Bogor Koi Show 2026 yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026. Kontes tingkat nasional ini menjadi magnet bagi ratusan pembudidaya, breeder, dealer, hingga penghobi untuk menguji kualitas ikan sekaligus memperkuat jejaring industri perikanan hias.
Ketua Panitia Bogor Koi Show 2026, Rahmat Bukhori Muslim, mengungkapkan bahwa agenda ini awalnya diinisiasi oleh dua komunitas lokal, yaitu Yamagen Koi Pangkiseeng dan Komunitas Pembudidaya Ikan Koi Lumpur Parung.
“Semula kontes direncanakan di Pendopo 45 Parung. Namun, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, pelaksanaan dipindahkan ke Gedung Tegar Beriman agar lebih representatif dan mampu menjangkau peserta skala nasional,” ujar Rahmat.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga menggelontorkan dana pembinaan sebesar Rp200 juta untuk mendukung profesionalisme kompetisi ini. Rahmat optimistis dukungan tersebut dapat mendongkrak daya saing pembudidaya lokal.
“Bogor Koi Show tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media memperluas pertukaran pengetahuan dan teknologi budidaya, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Bogor sebagai salah satu sentra koi unggulan,” tambahnya.
Tercatat sekitar 500 peserta berpartisipasi dengan membawa 22 varietas koi yang diperlombakan dalam lima kategori penilaian. Mereka memperebutkan Piala Bergilir Bupati Bogor dan Piala Kapolres Bogor. Untuk menjaga objektivitas, proses penilaian diserahkan kepada sembilan juri bersertifikat nasional dan internasional.
Apresiasi juga datang dari publik figur sekaligus penghobi koi, Irfan Hakim. Ia menilai lonjakan jumlah peserta tahun ini menjadi sinyal positif kebangkitan dunia kontes koi nasional yang sempat meredup beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah, antusiasme kembali meningkat. Ini menunjukkan semangat para penghobi dan pembudidaya koi kembali tumbuh. Kehadiran media juga sangat penting untuk mengangkat kualitas para petani koi agar semakin dikenal luas,” kata Irfan.
Lebih lanjut, Irfan menyebut Kabupaten Bogor memiliki modal alamiah yang kuat untuk menjadi barometer industri ikan hias Indonesia, mulai dari kondisi alam, kualitas air, hingga ekosistem pembudidaya yang matang.
“Bukan hanya koi, Bogor merupakan salah satu sentra ikan hias nasional. Bahkan proses karantina untuk ekspor ikan dari berbagai daerah juga dilakukan di Bogor sebelum dikirim ke luar negeri. Ini menunjukkan posisi Bogor sangat strategis,” tuturnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha dalam Bogor Koi Show 2026, sektor perikanan hias diharapkan terus berkembang menjadi penggerak ekonomi daerah dan UMKM pendukungnya. (Rossa).















There are no comments