Bogor, Trisula.News-Pemerintah Kabupaten Bogor terus memacu pemerataan pembangunan dengan menetapkan Kecamatan Sukamakmur sebagai salah satu titik strategis pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur. Langkah ini diambil sebagai respons atas masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kawasan tersebut.
Berdasarkan data tahun 2025, Kecamatan Sukamakmur tercatat berada di urutan ke-39 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Kondisi ini mencerminkan urgensi perbaikan pada akses pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto telah menetapkan strategi pembangunan terintegrasi yang mencakup, Penguatan Infrastruktur, Memperbaiki konektivitas antarwilayah. Mengembangkan kawasan produktif berbasis potensi daerah. Serta Mempermudah akses kesehatan dan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup warga.
Pengembangan Sukamakmur bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari visi besar untuk mempercepat terwujudnya Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Bogor Timur. Pemkab Bogor berkomitmen meningkatkan nilai skoring sebagai syarat pembentukan daerah otonomi melalui optimalisasi aset daerah.
“Kami terus mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, termasuk dukungan aset daerah, guna meningkatkan nilai skoring persyaratan pembentukan daerah otonomi baru,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, Rabu (26/3/26).
Sebagai langkah konkret, Pemkab Bogor telah menjalin kerja sama dengan PT Bukit Jonggol Asri (BJA) terkait penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) berupa lahan seluas 63 hektare. Lahan strategis ini akan dialokasikan untuk infrastruktur pendukung pusat ekonomi.
Untuk menjamin kepastian hukum, pihak BJA menjamin bahwa lahan tersebut dalam kondisi clean and clear. Jika terjadi perselisihan di masa depan, hal tersebut menjadi tanggung jawab penuh pihak pengembang. Dengan administrasi yang tertib, Pemkab optimistis Sukamakmur akan menjadi fondasi bagi Bogor Timur yang mandiri dan berdaya saing.














