Example floating
Example floating
Kepulauan Sula

Bendahara Bungkam, Oknum Wartawan Disebut Kendalikan Arah Konfirmasi Dana Desa Wailia

6489
×

Bendahara Bungkam, Oknum Wartawan Disebut Kendalikan Arah Konfirmasi Dana Desa Wailia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Net)

Kepulauan Sula, Trisula.news – Dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Desa Wailia, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, terus menuai sorotan. Saat dikonfirmasi awak media, Bendahara Desa Wailia justru memilih tidak memberikan penjelasan terkait pengelolaan anggaran.

Alih-alih menyampaikan klarifikasi mengenai realisasi dan laporan pertanggungjawaban Dana Desa yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, Bendahara Desa Wailia, Rahayu Admin, mengarahkan awak media untuk menghubungi pihak lain di luar struktur pemerintah desa.

Dalam pesan singkat WhatsApp, Bendahara Desa Wailia menyampaikan bahwa konfirmasi diminta untuk diarahkan melalui oknum wartawan yang disebut digunakan oleh pihak pemerintah desa (Pemdes). Pesan tersebut tidak disertai penjelasan apa pun terkait penggunaan Dana Desa.

“kaka katong pung wartawan desa, bilang kamong hubungi dia dolo ,” tulis Bendahara Desa Wailia dalam pesan singkat kepada awak media, sambil mengirim nomor telepon oknum wartawan tersebut, tanpa menjawab pertanyaan inti terkait pengelolaan anggaran desa.

Sikap bungkam bendahara serta pengalihan konfirmasi tersebut memicu kritik dari warga. Hasrun Norau menilai tindakan itu mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik, terlebih Dana Desa merupakan anggaran yang bersumber dari uang negara.

“Yang bertanggung jawab atas keuangan desa adalah bendahara. Kalau saat dikonfirmasi justru diarahkan ke oknum wartawan, ini menimbulkan pertanyaan besar,” kata Hasrun.

Ia mengungkapkan, sejak 2022, 2024, dan 2025, sejumlah program yang bersumber dari Dana Desa diduga tidak terealisasi secara fisik di lapangan. Beberapa anggaran, termasuk program perikanan dan ketahanan pangan, disebut telah dicairkan namun manfaatnya tidak dirasakan masyarakat.

“Anggarannya dicairkan, tetapi kegiatan dan hasilnya tidak terlihat. Sampai sekarang masyarakat tidak mengetahui wujudnya,” tegasnya.

Hasrun mendesak aparat penegak hukum serta instansi pengawas untuk memanggil dan memeriksa Kepala Desa Wailia, Sudarmin Sibela, beserta bendahara desa, guna membuka secara transparan penggunaan Dana Desa yang dipersoalkan warga.

Sementara itu, Kepala Desa Wailia, Sudarmin Sibela, sebelumnya menyampaikan bahwa anggaran telah dibelanjakan, meskipun pelaksanaan pekerjaan fisik belum sepenuhnya terealisasi. Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab tuntutan keterbukaan informasi keuangan desa.

Hingga berita ini diterbitkan, Bendahara Desa Wailia belum memberikan klarifikasi lanjutan. Pengalihan arah konfirmasi kepada oknum wartawan dinilai semakin memperkuat desakan publik agar pengelolaan Dana Desa Wailia segera diaudit secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *