Bogor, Trisula.news – Proyek pengaspalan jalan lingkungan di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, menuai sorotan warga. Proyek senilai ratusan juta rupiah itu diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak memenuhi standar teknis.
Pengaspalan berlokasi di Kampung Cisauk, RW 05, terdiri dari dua segmen dengan panjang masing-masing 900 meter dan 600 meter. Masing-masing memiliki lebar 1 meter dan ketebalan 0,03 sentimeter, dengan anggaran sebesar Rp135 juta dan Rp90 juta, termasuk pajak.
Sejumlah warga mengeluhkan tipisnya aspal yang dinilai tidak akan bertahan lama, terlebih saat musim hujan.
“Jalannya tipis banget, ini mah asal-asalan kerjaannya. Kalau hujan takut urai dibawa air, kan sekarang mah musim hujan, Buk,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (23/7/2025).
Menanggapi keluhan tersebut, pelaksana proyek berinisial A mengakui pekerjaan belum sesuai standar.
“Kalau begini ya enggak lah, mana boleh begini,” ucapnya saat ditemui di lokasi pekerjaan.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Desa Sukamaju, Cucum. Namun, ia memilih tidak memberikan keterangan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pelaksana.
“Kalau urusan media mah, sudah kita serahkan ke pelaksana. Kalau mau wawancara temuin aja pelaksananya. Saya enggak mau pusing, makanya saya serahkan semuanya ke pengawas,” tuturnya.
Sebelumnya, Cucum mengklaim seluruh proyek infrastruktur di desanya berjalan baik dan tidak mengalami kendala saat verifikasi dari inspektorat. Ia bahkan menyebut hasil pembangunan tahun ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, pernyataan ini berbanding terbalik dengan pernyataan pihak pelaksana proyek dan warga terkait jalan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, suami Kepala Desa juga ikut mengarahkan awak media untuk menemui pihak ketiga, meski tidak memiliki peran resmi dalam pemerintahan desa. Ia bahkan sempat mengeluarkan ucapan yang kurang menyenangkan kepada salah satu awak media.














