Bogor, Trisula.News-Menanggapi keresahan warga terkait aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai upaya mencari titik temu antara keberlangsungan pembangunan dan kenyamanan warga. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Rudy saat menemui langsung ribuan warga yang menggelar unjuk rasa terkait penutupan tambang di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Senin (4/5).
Turut hadir mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, serta Sekretaris Daerah (Sekda). Sebagai langkah konkret untuk memisahkan aktivitas industri dari jalan umum, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama DPRD tengah mematangkan proyek jalan khusus tambang. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap penetapan lokasi yang diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Target kami, tahun 2026 pembebasan lahan bisa selesai 100 persen, sehingga pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan,” ujar Rudy di hadapan massa.
Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar truk-truk besar tidak lagi bersinggungan dengan pengguna jalan umum, yang selama ini kerap memicu keluhan.
Bupati Rudy menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tambang-tambang di wilayah barat. Ia berharap hasil evaluasi tersebut segera diumumkan, terutama bagi tambang yang telah mengantongi izin resmi agar mendapat kepastian operasional dengan tetap memprioritaskan aspek lingkungan.
Selain urusan teknis tambang, Rudy juga menyoroti hak-hak warga yang terdampak.
“Masyarakat masih menunggu kepastian terkait realisasi kompensasi bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.
Rudy mengakui bahwa sektor pertambangan memiliki peran vital dalam menyuplai material pembangunan di tengah ancaman kelangkaan bahan baku dan fluktuasi harga BBM.
“Percepatan pembangunan membutuhkan ketersediaan material. Jika terjadi kelangkaan, ini akan menjadi tantangan bagi kita semua,” pungkasnya sembari mengapresiasi cara warga yang menyampaikan aspirasi secara santun dan konstruktif.














