Pati, Trisula.news – Kekerasan terhadap jurnalis kembali mencoret dunia pers tanah air. Kali ini, seorang wartawan dari media Global InvestigasiNews menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum sopir angkutan minyak ilegal di wilayah Bahar Unit 15, Kabupaten Batang Hari, Lampung.
Merespons kejadian tersebut, seluruh anggota Asosiasi Pewarta Polisi Indonesia (APPI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyatakan kecaman keras. Om Bob, selaku Penasehat dan Pembina APPI Kab. Pati, dengan tegas mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan memproses pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tindakan kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dilindungi oleh Undang-Undang. Ini brutal dan tidak bisa ditoleransi,” ujar Om Bob saat ditemui di Sekretariat APPI Pati, Senin (27/4/2026).
Menurut Om Bob, wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan publik seharusnya tidak boleh diintimidasi, apalagi dianiaya. Insiden ini dinilainya tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga menjadi ancaman nyata terhadap independensi dan keselamatan insan pers, khususnya saat meliput aktivitas ilegal seperti pengeboran dan distribusi minyak tanpa izin.
“Peristiwa ini seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak. Saya meminta kepada seluruh insan pers di wilayah Lampung dan sekitarnya untuk bersatu melawan perbuatan oknum tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, Om Bob mendorong agar aparat penegak hukum (APH) bekerja profesional dan tanpa pandang bulu dalam memproses kasus ini. Pelaku diharapkan mendapat sanksi setimpal guna memberikan efek jera.
“Para oknum pelaku agar diberikan sanksi yang sesuai agar ada efek jera. Jangan sampai kejadian serupa terulang, khususnya di wilayah kita, Kabupaten Pati. Kebebasan pers sebagai pilar demokrasi harus tetap terjaga tanpa adanya ancaman atau intimidasi,” pungkas Om Bob.














