Bogor, Trisula.news – Ribuan warga dari berbagai pelosok desa antusias menghadiri kegiatan Gebyar Adminduk (Administrasi Kependudukan) yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Selasa (27/05). Acara ini digelar untuk menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang optimal, dan dibuka langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Dalam sambutannya, Bupati Rudy menyampaikan bahwa Gebyar Adminduk merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor ke-543, sekaligus bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bogor.
“Seratus hari kerja memang tidak akan menyelesaikan seluruh permasalahan di Kabupaten Bogor, namun ini menjadi pondasi dalam menentukan arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan,” ujar Rudy di Gedung Serbaguna, Cibinong.
Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi acara ini, bukan hanya dari sisi pelayanan Adminduk, tetapi juga dari kolaborasi seluruh instansi dalam membangun Kabupaten Bogor secara bersama-sama. Terima kasih atas partisipasinya sehingga acara berjalan lancar dan semarak,” tambahnya.
Rudy menegaskan bahwa dokumen kependudukan seperti KTP dan KK merupakan hak dasar setiap warga negara. Namun, tantangan geografis menjadi hambatan tersendiri.
“Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Saat ini hanya tersedia tujuh UPT yang dapat mencetak KTP. Oleh karena itu, kami berkomitmen agar pada 2025 seluruh warga bisa mencetak KTP di kecamatannya masing-masing, agar warga perbatasan tidak perlu lagi ke Cibinong,” jelas Rudy.
Ia juga meminta dukungan dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri untuk menambah kuota blangko KTP bagi Kabupaten Bogor.
Selain itu, Rudy mengungkapkan bahwa pada 2026, Pemkab Bogor akan meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC) guna memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan secara gratis dan merata.
“Semoga ketersediaan blangko tidak menjadi kendala, karena masih banyak warga yang belum memiliki KTP dan berhak mendapatkan layanan kesehatan yang kami sediakan,” katanya.
Rudy juga mengapresiasi peluncuran Sistem Layanan Online Kependudukan (Siloka), serta implementasi layanan Adminduk di 435 kantor desa dan kelurahan melalui jaringan terintegrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut meresmikan gerai pelayanan publik wilayah Bogor Barat yang berlokasi di Gedung E RSUD Leuwiliang, sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia menargetkan pembentukan Good Pharmacy Practice (GPP) di wilayah strategis seperti Bogor Barat, Timur, Tengah, Utara, dan Selatan.
“Pemerintah wajib hadir dan jemput bola di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh warga mendapatkan pelayanan yang layak. Semoga Allah SWT meridai langkah dan niat baik kita semua,” pungkas Rudy.
(Rossa)














