Example floating
Example floating
Bogor

Prioritas Usulan Musrenbang Citeureup Tetap Pada Pendidikan dan Kesehatan

656
×

Prioritas Usulan Musrenbang Citeureup Tetap Pada Pendidikan dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Bogor, Trisula.news – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, digelar pada Selasa (11/2) di Balai Welas Asih, Puspa Negara, Citeureup. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Dalam forum tersebut, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama yang diusulkan untuk program pembangunan tahun 2026.

Musrenbang ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS dan Gerindra, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Kepala ULP Cibinong, Kapolsek Citeureup, Danramil Citeureup, serta para kepala desa dan lurah. Selain itu, turut diundang berbagai lembaga di wilayah Kecamatan Citeureup, seperti Ketua RT, RW, LPM, BPD, Karang Taruna, MUI, serta tokoh agama, masyarakat, dan pendidikan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Citeureup, Edy Suwito. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Kecamatan Citeureup terdiri dari 12 desa dan kelurahan dengan jumlah penduduk terbesar kelima dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Namun, dengan jumlah penduduk yang besar, wilayah ini hanya memiliki tiga puskesmas sebagai layanan kesehatan utama.

Selain itu, Kecamatan Citeureup masih membutuhkan pembangunan gedung sekolah baru untuk menunjang kebutuhan pendidikan masyarakat. Oleh karena itu, usulan prioritas yang disepakati tetap berfokus pada pendidikan, kesehatan, pertanian, serta infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap semua usulan dari masyarakat dapat terealisasi dengan baik dan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah,” ujar Edy Suwito dalam sambutannya.

Musrenbang ini menjadi agenda tahunan yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat serta memastikan pembangunan di Kecamatan Citeureup sesuai dengan kebutuhan yang paling mendesak. Hasil dari musyawarah ini akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan tahun 2026.

(Rossa H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *