Pati, Trisula.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus mengintensifkan upaya penanganan banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Langkah tersebut menjadi fokus utama setelah dilakukan peninjauan lapangan bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Selasa (23/6/2026).
Penanganan darurat saat ini dipusatkan pada perbaikan empat titik tanggul yang jebol dengan total panjang mencapai sekitar 450 meter. Kerusakan tanggul tersebut menjadi penyebab utama masuknya air laut ke kawasan permukiman warga serta area tambak yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa perbaikan tanggul menjadi langkah paling mendesak untuk menghentikan genangan yang hingga kini masih merendam rumah warga dan lahan tambak.
“Fokus utama kami adalah menutup tanggul yang rusak agar air laut tidak terus masuk ke permukiman. Proses administrasi akan diselesaikan pada Juli hingga Agustus, dan pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada Agustus,” ujar Chandra saat meninjau lokasi terdampak.
Sebagai bentuk dukungan percepatan penanganan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk rehabilitasi tanggul darurat.
Selain penanganan infrastruktur, bantuan bagi masyarakat terdampak juga terus disalurkan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan senilai Rp313.004.541 yang terdiri atas logistik kebutuhan dasar, bantuan sosial, bahan pangan, obat-obatan, hingga perlengkapan sekolah.
Rincian bantuan tersebut meliputi logistik permakanan dan nonpermakanan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah senilai Rp58.744.000, bantuan sosial dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp198.644.341, bantuan pangan berupa satu ton beras dan 500 bungkus mi mocaf senilai Rp17.145.000, paket obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah senilai Rp11.771.200, serta perlengkapan sekolah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp26.700.000.
Chandra mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah provinsi dalam membantu percepatan penanganan dampak banjir rob di wilayah tersebut.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban masyarakat terdampak, tetapi juga mendukung proses pemulihan yang tengah dilakukan pemerintah daerah.
Di sisi lain, Pemkab Pati turut melakukan pendataan terhadap warga terdampak, termasuk delapan anak usia sekolah yang aktivitas belajarnya terganggu akibat genangan air.
Untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menyiagakan tenaga kesehatan setiap hari di lokasi terdampak guna mengantisipasi munculnya penyakit akibat genangan yang berlangsung dalam waktu cukup lama.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Polres Pati serta sejumlah pihak terkait untuk memperkuat layanan tanggap darurat. Pendekatan komunikasi langsung dari rumah ke rumah dilakukan guna mengetahui kebutuhan dan keluhan warga secara lebih cepat.
Ke depan, Pemkab Pati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan instansi terkait akan menyusun langkah penanganan yang lebih menyeluruh. Selain memperbaiki empat titik tanggul yang jebol, pemerintah juga merencanakan perbaikan tanggul sungai sepanjang sekitar satu kilometer sebagai upaya mengurangi risiko banjir rob yang kerap terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Pati.














