Example floating
Example floating
Bogor

Wujudkan Bansos Tepat Sasaran, Pemkab Bogor Uji Coba Digitalisasi ‘Portal Perlinsos’ di Bojonggede

12
×

Wujudkan Bansos Tepat Sasaran, Pemkab Bogor Uji Coba Digitalisasi ‘Portal Perlinsos’ di Bojonggede

Sebarkan artikel ini

Bojonggede, Trisula.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi menunjuk Desa Bojonggede sebagai lokasi proyek percontohan (pilot project) digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Langkah strategis atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto ini diuji coba langsung di Aula Kantor Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede.

Sekitar 200 warga setempat hadir untuk melakukan pendataan dan verifikasi ulang ke dalam aplikasi Perlinsos. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan penyaluran bantuan yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.

Ketua Tim Pengelolaan Data Kemiskinan Daerah Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Ferry Ando, menjelaskan bahwa tahap awal ini menyasar masyarakat penerima existing Program Keluarga Harapan (PKH) untuk diverifikasi ulang kelayakannya.

“Melalui aplikasi ini, kami memverifikasi ulang penerima bansos untuk memastikan apakah mereka masih memenuhi syarat atau tidak. Hasil pengecekan bisa langsung diketahui secara real-time,” ujar Ferry.

Proses verifikasi tersebut mengandalkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Warga yang membawa ponsel pintar akan dibantu melakukan aktivasi IKD terlebih dahulu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebelum datanya divalidasi lewat Portal Perlinsos. Bagi warga yang tidak memiliki atau tidak membawa ponsel, Pemkab Bogor telah menyiagakan petugas dan agen khusus di lapangan.

“Dengan mekanisme ini, seluruh peserta tetap bisa mengakses layanan tanpa terkendala perangkat,” tambah Ferry.

Hebatnya, Portal Perlinsos ini telah terintegrasi dengan berbagai basis data lintas kementerian dan lembaga. Mulai dari data perpajakan, kepemilikan kendaraan roda empat, data pelanggan PLN, hingga data Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Integrasi berlapis inilah yang menjadi dasar objektif untuk menentukan kelayakan seorang penerima bansos.
Ke depan, portal ini juga akan dibuka agar masyarakat bisa mengecek status kelayakan mereka sendiri secara mandiri.

“Harapannya, warga yang selama ini merasa belum pernah menerima bantuan bisa mengetahui penyebabnya secara transparan,” jelas Ferry.

Harapan Baru bagi Warga Kehadiran inovasi ini disambut baik oleh masyarakat penerima manfaat. Teti Susanti, salah seorang warga Bojonggede, menaruh harapan besar agar digitalisasi ini bisa menghapus masalah bantuan salah sasaran. Ia pribadi berharap bansos yang diterima bisa terus berlanjut untuk menopang kebutuhan pendidikan buah hatinya.

Senada dengan Teti, warga lainnya bernama Ambarwati mengaku sangat terbantu dengan adanya sistem baru yang lebih terstruktur ini. Menurutnya, kepastian penyaluran bansos sangat krusial untuk menjaga dapur rumah tangga masyarakat prasejahtera tetap mengepul.

Kolaborasi Lintas Sektor Kesuksesan uji coba di Desa Bojonggede ini tidak lepas dari kolaborasi gemuk berbagai instansi. Mulai dari Bapperida, Dinas Sosial, Disdukcapil, DPMD, Diskominfo, Kementerian Sosial, pendamping PKH, hingga jajaran pemerintah desa dan kecamatan setempat. Pemkab Bogor optimistis digitalisasi ini akan mempercepat proses verifikasi data kemiskinan secara masif.

Sukses di Desa Bojonggede, implementasi Portal Perlinsos direncanakan bakal diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Bogor demi membangun tata kelola perlindungan sosial yang efektif dan berbasis data.

Penulis: Rossa

There are no comments

Join the conversation

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *