Example floating
Example floating
Pemerintah DaerahPulau Taliabu

Sidak Perindakop Taliabu, Produk Kedaluwarsa Ditemukan di Sejumlah Toko

850
×

Sidak Perindakop Taliabu, Produk Kedaluwarsa Ditemukan di Sejumlah Toko

Sebarkan artikel ini

Taliabu, Trisula.news – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Pulau Taliabu bersama tim gabungan menemukan sejumlah produk makanan dan minuman kedaluwarsa saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko, warung, dan agen di wilayah Bobong dan Wayo, Selasa (12/05/2026). Sidak tersebut dilakukan sebagai langkah pengawasan terhadap peredaran barang berbahaya dan perlindungan konsumen.

Kepala Dinas Perindakop Kabupaten Pulau Taliabu, La Ode Jony Yasir mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rutinitas pengawasan yang dilakukan pihaknya untuk memastikan barang yang beredar di pasaran masih layak konsumsi dan aman bagi masyarakat.

“Rutinitas Perindakop memang hari ini melakukan sidak barang-barang berbahaya, yaitu barang-barang kedaluwarsa dan barang yang mengandung formalin. Tujuan utamanya menjaga konsumen dan juga membina para pedagang,” ujar Jony Yasir.

Menurutnya, pengawasan tersebut juga dibarengi dengan pembinaan kepada para pedagang agar lebih teliti memeriksa masa edar produk yang dijual. Ia menegaskan, barang yang telah melewati batas kedaluwarsa seharusnya tidak lagi dipasarkan.

“Kalau memang barangnya sudah expired, jangan lagi dijual. Ini untuk perlindungan konsumen juga. Kami juga menjaga supaya pedagang tidak bermasalah di kemudian hari dengan aparat penegak hukum,” katanya.

Ia menjelaskan, sasaran sidak mencakup seluruh kios, toko, warung hingga agen di kawasan Bobong dan Wayo. Dua wilayah itu dipilih karena menjadi titik pengawasan distribusi barang dan sampling inflasi pemerintah daerah.

“Sasarannya seluruh kios, toko, warung dan agen yang ada di Bobong dan Wayo. Karena memang sampling pengawasan kami terkait distribusi barang dan inflasi ada di wilayah itu,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim gabungan menemukan cukup banyak produk makanan dan minuman yang telah melewati masa kedaluwarsa. Namun, sebagian besar produk tersebut disebut baru melewati batas edar dalam waktu relatif singkat.

“Hampir di semua toko kami temukan barang kedaluwarsa. Tapi di warung-warung kecil alhamdulillah sedikit saja. Kebanyakan makanan dan minuman. Ada yang masa kedaluwarsanya baru lewat dua bulan, jarang kami temukan yang sampai satu tahun,” ungkap Jony.

Jony menyebut, sejumlah pedagang mengaku kelalaian dalam memeriksa stok barang menjadi penyebab produk kedaluwarsa masih terpajang di rak penjualan. Kendati demikian, pihaknya tetap mengedepankan langkah pembinaan dibanding penindakan.

“Pengakuan pedagang ada yang lalai memeriksa barang. Tapi kami tetap lakukan pembinaan karena memang jumlahnya tidak terlalu banyak dan sebagian hanya satu-dua produk saja,” tambahnya.

Ia berharap seluruh pedagang di Kabupaten Pulau Taliabu lebih tertib dan patuh terhadap aturan demi menjaga keamanan konsumen serta kualitas pangan yang beredar di masyarakat.

“Harapan kami pedagang lebih tertib demi keamanan konsumen dan keamanan bersama. Yang dijual benar-benar makanan berkualitas supaya mereka juga tidak bermasalah di kemudian hari,” tutupnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *