Example floating
Example floating
Bogor

Mafia BBM Subsidi Cariu Terungkap, Wartawan Diancam Samurai

938
×

Mafia BBM Subsidi Cariu Terungkap, Wartawan Diancam Samurai

Sebarkan artikel ini

Bogor, Trisula.news – Dugaan praktik ilegal penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di wilayah Kecamatan Cariu. SPBU 34-16812 di Desa Tegal Panjang, Kabupaten Bogor, diduga menjadi lokasi peredaran BBM subsidi secara ilegal, pada Senin, (14/04).

Peristiwa ini terungkap saat sejumlah jurnalis melakukan peliputan di lokasi. Salah satu wartawan, Bahrudin, mengaku dilarang mengisi Pertalite oleh petugas keamanan bernama Ade dengan dalih operator terbatas. Namun, sesaat kemudian, mobil Suzuki Carry warna biru dongker tetap dilayani oleh petugas yang sama.

“Katanya tidak bisa isi karena operator cuma dua. Tapi ternyata kendaraan lain tetap dilayani,” ujar Bahrudin.

Diduga, pengisian tersebut merupakan bagian dari praktik mafia BBM subsidi. Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya keterlibatan oknum organisasi masyarakat (ormas) serta oknum aparat aktif dalam jaringan tersebut.

Seorang operator SPBU yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa pengisian menggunakan jeriken merupakan pelanggaran. Ia juga menyebut pemilik mobil Carry tersebut adalah Yusuf, yang dikenal sebagai anggota ormas lokal.

Sopir kendaraan dengan nomor polisi B 3015 QQ mengaku hanya menjalankan perintah. Ia menyatakan kendaraan tersebut milik Yusuf yang kerap melakukan pengisian berulang menggunakan jeriken berkapasitas besar.

Saat hendak dikonfirmasi, Yusuf justru muncul dengan membawa senjata tajam jenis samurai. Ia mengintimidasi jurnalis yang sedang bertugas dengan mengacungkan senjata dan melontarkan ancaman secara verbal.

“Kamu siapa, rampok apa begal?” teriak Yusuf sembari mengayunkan samurai ke arah wartawan.

Intimidasi tersebut dinilai sebagai bentuk intervensi terhadap kerja jurnalistik. Yusuf bahkan berulang kali mengusir jurnalis dari lokasi sambil meneriakkan ancaman.

“Mau begal usaha saya? Bubar! Apa-apaan, hah?” teriaknya sambil mengayunkan samurai yang dibawanya.

Selain Yusuf, beberapa nama lain yang diduga terlibat dalam jaringan mafia BBM subsidi di wilayah tersebut antara lain berinisial Pak De (diduga oknum TNI aktif), Munir, dan Bedot.

Menanggapi insiden itu, aktivis hukum sekaligus pemerhati mafia BBM, Marjudin Nazwar, mengecam keras tindakan Yusuf. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai ancaman nyata terhadap kebebasan pers.

“Kejadian ini tidak bisa dianggap sepele. Ini bentuk pembungkaman terhadap media yang berupaya mengungkap kejahatan terorganisir,” kata Marjudin.

Marjudin mendesak aparat kepolisian, khususnya Polres Bogor, segera menindak tegas para pelaku. Ia juga memperingatkan agar Kapolri mengambil langkah jika tidak ada tindakan hukum yang jelas atas kasus ini.

(Tim/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *