Malut, Trisula.news – Kongres Biasa Tahunan PSSI Provinsi Maluku Utara (Malut) 2025 secara resmi memberhentikan Taliabu FC dari keanggotaan PSSI Maluku Utara setelah dinyatakan tidak aktif mengikuti kompetisi resmi dalam jangka waktu panjang.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil verifikasi keaktifan klub anggota yang dibahas dalam forum kongres yang digelar pada Sabtu (13/12/25), di hotel batik kota ternate, mengacu pada Statuta PSSI tentang kewajiban klub dalam mengikuti agenda kompetisi resmi.
Sekretaris Jenderal PSSI Maluku Utara, Aldy Ali, dalam forum kongres menyampaikan bahwa Taliabu FC dinilai “ghoib” karena tidak tercatat mengikuti kompetisi resmi PSSI selama kurang lebih sembilan tahun.
“Selama sembilan tahun, Taliabu FC tidak pernah terlibat dalam kompetisi resmi PSSI. Secara administrasi dan aktivitas, klub tersebut dinyatakan tidak aktif atau ghoib,” ujar Aldy Ali.
Atas dasar tersebut, kongres memutuskan pemberhentian Taliabu FC dari keanggotaan PSSI Maluku Utara sebagai konsekuensi organisasi sesuai ketentuan Statuta PSSI.
Seiring dengan keputusan itu, dunia sepak bola Pulau Taliabu dipastikan tidak lagi menggunakan nama Taliabu FC dalam struktur resmi PSSI Maluku Utara. Taliabu akan mengusung identitas klub baru untuk mewakili daerah dalam kompetisi resmi ke depan.
Pemberhentian Taliabu FC disebut merupakan akumulasi persoalan, di mana pembinaan, konsistensi organisasi, dan partisipasi kompetisi tidak berjalan optimal.
Namun demikian, keputusan kongres tersebut sekaligus menjadi titik awal pembenahan sepak bola Pulau Taliabu setelah Mislan Syarif dipercaya memimpin PSSI Pulau Taliabu.
Sebagai ketua baru, Mislan Syarif menyatakan komitmennya untuk membangun ulang fondasi sepak bola daerah secara tertib dan berkelanjutan, dimulai dari penataan organisasi, pengaktifan klub-klub lokal, hingga memastikan keterlibatan dalam kompetisi resmi PSSI.
“Kami menghormati keputusan kongres. Ini menjadi pelajaran penting agar ke depan sepak bola Pulau Taliabu berjalan aktif, teratur, dan sesuai regulasi PSSI,” tegas Mislan Syarif.
Ia menambahkan, kepengurusan baru PSSI Pulau Taliabu akan fokus pada pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta konsolidasi klub sebagai bagian dari strategi kebangkitan sepak bola daerah.
Dengan kepemimpinan baru dan rencana penggunaan identitas klub yang baru, sepak bola Pulau Taliabu diharapkan mampu bangkit dan kembali berkompetisi secara sah, profesional, dan berkelanjutan di bawah naungan PSSI Maluku Utara.














