Ternate, Trisula.news – Gerakan kemanusiaan di Maluku Utara terus menunjukkan geliat positif. Salah satunya datang dari Sedekah Alif Ternate, sebuah gerakan sosial yang konsisten membantu masyarakat kurang mampu, tidak hanya di Kota Ternate, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah di seputaran Maluku Utara.
Sedekah Alif Ternate telah berjalan kurang lebih tiga tahun. Gerakan ini dipimpin oleh Umy Alif sebagai ketua, sedangkan Umy Mesi yang akrab disapa Kak Umy berperan sebagai koordinator, serta didukung enam orang anggota yang aktif turun langsung membantu warga membutuhkan uluran tangan.
Fokus utama Sedekah Alif adalah membantu masyarakat yang berada dalam kondisi sulit, seperti warga kurang mampu yang membutuhkan biaya pengobatan, pendampingan pasien, hingga bantuan darurat bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi, baik di wilayah Kota Ternate maupun daerah lain di Maluku Utara.
Dalam menjalankan aksi kemanusiaannya, Sedekah Alif Ternate juga menjalin koordinasi dengan Baznas Kota Ternate serta dinas terkait, baik di lingkungan Pemerintah Kota Ternate maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Sumber dana bantuan yang disalurkan berasal dari partisipasi para donatur dan masyarakat. Selain itu, sebagian bantuan juga berasal dari dana pribadi para penggerak Sedekah Alif yang disalurkan secara sukarela sebagai wujud kepedulian sosial.
Pada Selasa (09/01/26), Sedekah Alif Ternate kembali melakukan kunjungan kemanusiaan kepada dua pasien yang membutuhkan bantuan. Kunjungan pertama dilakukan kepada seorang balita yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Kota Ternate (Bina Warga). Kunjungan kedua menyasar seorang ibu yang baru melahirkan namun mengalami keterbatasan biaya persalinan.
Salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik dan sempat viral di Maluku Utara adalah kisah Ibu Diana, seorang ibu asal Sulawesi Selatan yang berjuang melawan sakit hanya didampingi anaknya yang masih kecil, Ata atau Atan. Dalam kondisi tersebut, Sedekah Alif Ternate berperan aktif menyuarakan informasi serta membuka ruang bantuan melalui jejaring sosial lintas daerah.
Meski telah mendapat perhatian luas dari masyarakat, Ibu Diana akhirnya menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Kota Ternate. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat pentingnya kehadiran gerakan kemanusiaan bagi warga dalam kondisi rentan.
Umy Mesi menyampaikan bahwa Sedekah Alif hadir sebagai ruang kepedulian bersama yang tidak dibatasi wilayah.
“Kami hanya ingin menjadi perpanjangan tangan kebaikan. Di mana pun ada yang kesusahan di Maluku Utara, sebisa mungkin kami hadir untuk saling menguatkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung gerakan tersebut.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Baznas Kota Ternate, dinas terkait, serta seluruh masyarakat dan donatur. Dukungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak membantu sesama,” tuturnya.
Untuk diketahui, gerakan sosial dan kemanusiaan kini semakin tumbuh di Maluku Utara. Kehadiran berbagai komunitas dan individu yang bergerak secara sukarela diharapkan mampu memperkuat nilai solidaritas dan gotong royong, serta menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup dan terus berkembang.














