Taliabu, Trisula.news – Pemerintah Desa Todoli, Kecamatan Lede, menggelar Rembuk Stunting sebagai langkah strategis menyelaraskan arah pembangunan desa dengan kebijakan nasional percepatan penurunan stunting. Kegiatan tersebut berlangsung di balai desa setempat, Senin (29/12/25).
Rembuk Stunting ini dihadiri oleh kader Posyandu, guru PAUD, Tim Penggerak PKK, kader Bina Keluarga Balita (BKB), pendamping desa, bidan desa, dan para orang tua yang mempunyai balita, serta unsur masyarakat lainnya. Kehadiran lintas elemen tersebut menjadi penguat komitmen bersama dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Forum musyawarah difokuskan pada pemetaan kondisi kesehatan ibu dan anak, termasuk cakupan layanan gizi, sanitasi, serta pola pengasuhan. Pembahasan diarahkan pada perumusan intervensi terintegrasi yang dapat diakomodasi dalam perencanaan dan penganggaran Dana Desa.
Pj Kepala Desa Todoli, Sutrisno Karim, S.Kep, menyampaikan materi stunting secara langsung kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari keluarga hingga unsur kelembagaan desa.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan sumber daya manusia desa. Karena itu, setiap program harus disusun berbasis data dan dijalankan secara konsisten,” ujar Sutrisno Karim.
Ia menegaskan bahwa hasil Rembuk Stunting tidak berhenti pada forum diskusi semata. Seluruh kesepakatan yang dirumuskan akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa sebagai dasar pelaksanaan program prioritas desa ke depan.
“Kami memastikan intervensi gizi, sanitasi, dan pola asuh benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan, bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi,” tambahnya.
Rembuk Stunting tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi prioritas, di antaranya penguatan kapasitas dan insentif kader Posyandu, pengadaan alat ukur antropometri sesuai standar, serta pengembangan program ketahanan pangan keluarga.
Sebagai penguatan kebijakan, forum juga memaparkan data terkini kondisi gizi balita di Desa Todoli. Data tersebut dianalisis bersama untuk merumuskan langkah intervensi yang dapat dibiayai melalui Dana Desa, baik melalui intervensi gizi spesifik maupun sensitif.














