Bogor, Trisula.news – Menutup lembaran tahun 2025, Polres Bogor memaparkan laporan akuntabilitas kinerja yang menonjolkan keberhasilan dalam menekan angka kriminalitas serta berbagai inovasi pelayanan publik. Di tengah tantangan rasio personel yang terbatas, Korps Bhayangkara Kabupaten Bogor ini berhasil mencatatkan berbagai capaian strategis.
Sepanjang tahun 2025, Polres Bogor mencatat sebanyak 2.257 tindak pidana. Hal yang paling mencolok adalah angka penyelesaian kasus (crime clearance) yang mencapai 10.564 kasus, menunjukkan komitmen tinggi dalam menuntaskan perkara-perkara yang menumpuk maupun kasus berjalan.
Beberapa capaian hukum yang menjadi perhatian publik antara lain: Pengungkapan kasus pembunuhan di Cisarua yang berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 8 jam. Keberhasilan membongkar jaringan pengoplosan LPG subsidi di Cileungsi serta penanganan kasus pencabulan anak. Penuntasan kasus gratifikasi dokumen tanah oleh oknum Kepala Desa di Cikuda, Parung Panjang, yang kini telah berstatus P21 dengan aset senilai Rp2,5 miliar dalam proses penyitaan.
Tak hanya fokus pada penindakan, Polres Bogor juga menerapkan pendekatan hukum yang lebih humanis. Sepanjang 2025 sebanyak 31 perkara diselesaikan melalui mekanisme restorative justice, memberikan solusi hukum yang mengedepankan keadilan bagi masyarakat. Dan memperdayakan 65 mantan joki liar menjadi sukarelawan pengatur lalu lintas dijalur-jalur alternatif menuju Puncak.
“Restorative justice kami lakukan sebagai wujud penegakan hukum yang mengedepankan keadilan, kemanfaatan, dan nilai kemanusiaan,” ujar Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto.
Bahkan kerja keras Polres Bogor berhasil menoreh prestasi yang membanggakan sebagai yang terbaik ditingkat Polda Jawa Barat dengan mengamankan 417 tersangka dari 323 kasus, polres Bogor berhasil menyita barang bukti dalam jumlah fantastis: Sabu: 64,5 kg. Ganja: 17,2 kg. Tembakau Sintetis: 1,1 ton.Total nilai ekonomi dari barang bukti ini mencapai Rp423,5 miliar, yang jika diasumsikan beredar, berpotensi merusak masa depan 1,36 juta jiwa.

Di sektor Keamanan dan Ketertiban Lalu Lintas (Kamtibcarlantas), Polres Bogor berhasil menekan angka kecelakaan sebesar 39,94% meskipun volume kendaraan di jalur wisata tetap tinggi.Keberhasilan ini didukung oleh modernisasi sistem, seperti penerapan kamera E-TLE statis di Flyover Cibinong dan penggunaan data real-time gerbang tol Ciawi untuk akurasi rekayasa lalu lintas (one way).
“Penghargaan ini atas kerja kolektif dan dedikasi seluruh jajaran Polres Bogor dalam menjalankan tugas penegakan hukum serta pelayanan hukum secara profesional,” ujar Kapolres Wikha.
Menyongsong 2026, Kapolres Bogor menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi di tahun 2026 dengan beberapa program unggulan diantarnya, Pilot Project Nasional.Pembentukan Satuan Khusus PPA (Perempuan dan Anak) serta PPO (Perdagangan Orang) sebagai percontohan di Jawa Barat, dan pembangunan pusat kendali terintegrasi CCTV wilayah untuk mempercepat respon Call Center 110.
Selain itu, Polres Bogor juga melakukan Renovasi fasilitas besar-besaran sarana publik, mulai dari Gedung Laka Lantas hingga Polsek Cibungbulang.
“Kejahatan akan menang apabila orang benar tidak melakukan apa-apa. Meski rasio kami saat ini 1 polisi berbanding 2.947 warga, perlindungan terbaik untuk masyarakat adalah harga mati,” tegas Wikha menutup laporannya.
Laporan tersebut diawali doa bersama Lintas Agama, ditutup dengan pemusnahan 9.000 Botol Miras hasil operasi akhair tahun.
















