Taliabu, Trisula.news – Pemerintah Desa (Pemdes) Kilo, Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Rabu (29/10). Agenda ini membahas dua pokok penting, yakni persetujuan dukungan pengembalian dana pinjaman Koperasi Merah Putih dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Kilo dan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Penjabat (Pj) Kepala Desa Kilo, Martinus Menehaya, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tenaga ahli P3MD, pendamping desa, hingga perwakilan dari Dinas Perindagkop Kabupaten Pulau Taliabu. Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir memberikan masukan dan pandangan terhadap arah kebijakan pembangunan desa.
Dalam sambutannya, Pj Kades Martinus Menehaya menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan desa, termasuk dalam pengembalian dana pinjaman Koperasi Merah Putih. Ia menilai bahwa keterbukaan informasi dan partisipasi publik menjadi kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
“Pemdes Kilo berkomitmen untuk melaksanakan proses pengembalian dana koperasi secara bertahap dan terbuka. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan administratif demi menjaga kepercayaan masyarakat serta stabilitas ekonomi desa,” ujar Martinus Menehaya.

Selain membahas aspek ekonomi, Musdesus juga memfokuskan pembahasan pada perencanaan pembangunan desa melalui RKPDes Tahun 2026. Pemerintah desa memprioritaskan program peningkatan infrastruktur dasar, layanan publik, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat agar tercipta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua BPD Kilo menuturkan, pihaknya akan terus mengawal hasil Musdesus agar dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara BPD, pemerintah desa, dan masyarakat untuk memastikan setiap keputusan benar-benar berpihak pada kepentingan publik.
Musyawarah berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Peserta aktif menyampaikan pandangan serta saran terkait arah pembangunan desa ke depan. Forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa, lembaga masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Saya berharap hasil Musdesus ini menjadi pedoman bagi pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan yang transparan dan tepat sasaran. Setiap kebijakan harus memberi manfaat nyata bagi seluruh warga,” tutup Martinus Menehaya.















There are no comments