BOGOR,TRISULA.NEWS – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumur Batu menyayangkan minimnya koordinasi yang dilakukan oleh pelaksana proyek pembangunan Perumahan dan Komersial Citra Bukit Golf. Hal tersebut mengemuka dalam forum Konsultasi Publik Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang digelar di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (25/6/2026).
Kepala Desa Sumur Batu, H. Adi Nurhimat, S.E., mengungkapkan bahwa proyek berskala besar ini sebenarnya sudah berjalan kurang lebih selama 1,5 tahun. Namun, hingga kini pihak pemdes kerap kebingungan menjawab keresahan dan pertanyaan warga terkait dampak serta manfaat nyata dari proyek tersebut.
“Setiap hari yang ditanya masyarakat adalah pemerintah desa. Kami ini ujung tombak di lapangan. Sementara, warga ingin mengetahui apa manfaat konkret yang akan mereka dapatkan dari proyek ini,” ujar Adi di hadapan peserta forum.
Adi membeberkan, saat ini terdapat tujuh kontraktor yang terlibat dala aktivitas pembangunan di lapangan. Sayangnya, belum ada satu pun dari pihak kontraktor yang datang secara resmi ke kantor Pemdes Sumur Batu untuk berkoordinasi. Minimnya komunikasi ini memicu spekulasi dan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama mengenai kepastian penyerapan tenaga kerja lokal dan potensi dampak sosial lingkungan ke depan.

Ia pun menagih janji dan komitmen awal dari pemilik proyek terkait keterlibatan warga sekitar. Adi menegaskan, warga lokal jangan sampai hanya menjadi penonton atau sekadar menerima dampak negatif di wilayah mereka sendiri.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat langsung, baik dari sisi lapangan pekerjaan, peningkatan ekonomi, maupun peluang usaha yang muncul dari pembangunan ini,” tegas Adi.
Kegiatan konsultasi publik ini dihadiri oleh perwakilan PT Genting Properti Abadi, Alamsyah, Konsultan AMDAL, Eddy, Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Babakan Madang, Wahyu, serta unsur TNI, Polri, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, berbagai masukan kritis mengenai dampak lingkungan dan sosial dicatat sebagai poin penting dalam penyusunan dokumen AMDAL. Pihak pengembang dan konsultan juga menampung aspirasi yang disampaikan oleh kepala desa guna menjadi bahan evaluasi berkala.
Bagi Pemdes Sumur Batu, proyek megah tidak akan berarti jika tidak beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga sekitar. Keterbukaan informasi dan koordinasi yang intens menjadi kunci utama agar pembangunan komersial ini dapat berjalan harmonis dengan kehidupan sosial masyarakat Desa Sumur Batu.














