Taliabu, Trisula.news – Kedatangan Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus, ke Pulau Taliabu menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) menuai sorotan tajam. Baru saja dilantik sebagai bupati, Ningsi justru lebih sering terlihat di Taliabu ketimbang mengurus daerahnya sendiri.
Juru bicara SAYA TALIABU, Jamrudin, mempertanyakan alasan kehadiran ningsi di wilayah PSU. Menurutnya, kehadiran seorang kepala daerah di luar wilayahnya, terlebih di tengah proses pemilu, menimbulkan dugaan adanya kepentingan politik tertentu yang bisa mengganggu netralitas demokrasi.
“Seorang bupati seharusnya fokus pada pembangunan daerahnya, bukan justru aktif di daerah lain yang sedang menjalani PSU. Apa yang dicari Bupati Sula di Taliabu? Apakah ada kepentingan politik yang sedang dimainkan?” ujar Jamrudin.
Selain itu, beredar laporan bahwa terjadi mobilisasi massa dan ASN dari Sula ke desa-desa yang menjadi lokasi PSU. Kehadiran mereka tanpa alasan yang jelas menimbulkan keresahan di masyarakat dan memicu dugaan adanya intervensi terhadap jalannya PSU di Taliabu.
“Kami menerima laporan bahwa ASN dan warga dari Sula dikerahkan ke wilayah PSU. Jangan sampai kehadiran mereka yang tidak jelas tujuannya ini justru mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di lokasi PSU,” lanjutnya.
Aksi ini terkesan dilakukan secara terang-terangan, seolah-olah kebal hukum dan mendapat perlindungan dari pihak tertentu. Masyarakat bertanya-tanya, apakah Bawaslu Taliabu maupun Bawaslu Provinsi Maluku Utara sengaja membiarkan hal ini terjadi? Atau ada kepentingan lain yang sedang dimainkan?
Persoalan ini telah dibahas dalam audiensi antara Tim SAYA TALIABU dan Polres Pulau Taliabu yang digelar pada Rabu (26/03) siang tadi. Dalam pertemuan tersebut, Tim SAYA TALIABU menyampaikan berbagai laporan serta masukan terkait potensi gangguan menjelang PSU.
“Jika benar ada intervensi politik, maka ini merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang. Kami meminta agar aparat terkait menyikapi persoalan ini dengan serius agar PSU tetap berlangsung jujur dan adil,” tegas Jamrudin.
(Redaksi)














