Bogor, Trisula.news – Desa Tegal menjadi yang pertama di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menerima Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Desa Tahun Anggaran 2025. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan beton di dua titik.
Titik pertama terletak di Kampung Tegal, RW 004, sepanjang 750 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 0,15 meter. Titik kedua berada di Kampung Sasak, RW 008, sepanjang 775 meter, dengan spesifikasi teknis serupa.
Di RW 004, pembangunan tersebut merupakan pembukaan jalan baru yang sebelumnya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kini, akses menuju permukiman menjadi lebih mudah bagi warga.
Kepala Desa Tegal, Omat Jayadihati, menyampaikan apresiasi kepada warga yang antusias mendukung pembangunan. Ia menyebutkan bahwa tanah untuk jalan dihibahkan secara sukarela oleh warga, bahkan dengan nilai lebih tinggi dari bantuan yang diterima desa.
“Alhamdulillah, kepercayaan warga kepada kami luar biasa. Mereka menghibahkan tanah secara sukarela. Nilainya lebih tinggi dari bantuan keuangan karena NJOP di sini mencapai Rp1.150.000. Insya Allah, jalan ini nanti bisa dilalui kendaraan roda empat. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada mereka,” ujarnya kepada Trisulanews, Jumat (25/07) .
Omat juga mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa melalui program bankeu yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi keseriusan Pemkab Bogor. Bantuan ini sangat membantu kami merealisasikan kebutuhan warga,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan jalan baru tersebut akan mempermudah akses pelajar menuju SMPN 1 Kemang. Jalan yang dulunya sulit dilalui, kini bisa dilintasi dengan berjalan kaki.
Meskipun aturan bankeu memperbolehkan 25 persen dana digunakan untuk pembangunan kantor desa, Pemdes Tegal memilih fokus pada infrastruktur jalan demi kepentingan warga.
“Buat apa kami berkantor di tempat yang megah, sementara warga melintasi jalan rusak. Tidak mungkin kami duduk manis di kantor, sedangkan warga kami kesulitan akses,” tegasnya.
Pembangunan jalan dilakukan sesuai spesifikasi teknis, transparan, melibatkan warga, dan tepat sasaran. Omat juga mengajak masyarakat turut menjaga dan merawat fasilitas umum tersebut.
“Alhamdulillah, di Desa Tegal setiap minggu kami adakan kerja bakti membersihkan jalan. Lingkungan bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.














