Example floating
Example floating
Bogor

Rudy Susmanto Siapkan Koridor Strategis 8 Km: Integrasikan Infrastruktur, Ketahanan Pangan, dan Ekonomi Lokal

11
×

Rudy Susmanto Siapkan Koridor Strategis 8 Km: Integrasikan Infrastruktur, Ketahanan Pangan, dan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini

CIBINONG, TRISULA.NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan terobosan besar untuk masa depan wilayahnya. Sebuah kawasan terpadu sepanjang 8 kilometer akan dibangun dengan mengintegrasikan infrastruktur jalan, ketahanan pangan, tata air, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal. Proyek strategis ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan masa depan di Kabupaten Bogor.

Rencana besar tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi strategis yang dipimpin langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, di Pendopo Bupati, Jumat (5/6). Pertemuan ini juga dihadiri oleh Danrem 061 SK, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, jajaran Pemkab, serta pegiat lingkungan.

Salah satu agenda utama proyek tersebut adalah pembangunan jalan utama sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan kawasan Tegar Beriman dengan Jalan Bomang (Bojonggede-Kemang). Jalur ini didesain menjadi jalan raya empat lajur yang diproyeksikan mampu mengurai titik-titik kemacetan sekaligus mendongkrak konektivitas antarwilayah. Tidak hanya jalan, Pemkab Bogor juga mengagendakan pembangunan jembatan layang (fly over) di simpang strategis kawasan tersebut. Proyek jembatan layang ini ditargetkan mulai menyentuh tahap konstruksi pada tahun 2027 mendatang.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa proyek ini tidak boleh sekadar berorientasi pada pembangunan fisik semata. Koridor 8 kilometer ini harus membawa dampak ekonomi nyata dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kita tidak ingin hanya membangun jalan. Koridor ini harus menjadi kawasan yang produktif, menjadi etalase potensi Kabupaten Bogor, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh di sekitarnya,” ujar Rudy.

Untuk mewujudkannya, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) diinstruksikan membangun titik-titik tematik di sepanjang koridor jalan. Kawasan ini nantinya akan menampilkan berbagai potensi unggulan sektor perikanan dan peternakan yang terintegrasi langsung dengan tata ruang wilayah.

Di sektor ketahanan pangan, Pemkab Bogor telah menyiapkan lahan seluas 24 hektar untuk dikembangkan menjadi pusat percontohan pertanian (demplot) skala besar. Guna mempercepat target swasembada pangan, program ini akan dijalankan lewat kolaborasi erat bersama jajaran TNI.

Selain itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) ditugaskan untuk membangun fasilitas green house modern yang fokus pada pengembangan tanaman buah dan komoditas hortikultura unggulan.

Rudy menekankan, kesuksesan ketahanan pangan membutuhkan kerja sama multipihak. Oleh karena itu, Pemkab Bogor mengandeng praktisi berpengalaman, termasuk pegiat lingkungan dan praktisi pertanian organik, Jimmy Hantu, untuk memberikan pendampingan teknis terkait pengelolaan lahan berkelanjutan.

“Kita ingin kawasan ini menjadi laboratorium pertanian modern. Oleh karena itu, kita menggandeng para praktisi yang memiliki pengalaman dan kompetensi agar pengelolaan lahan, teknologi budidaya, dan hasil produksinya benar-benar optimal serta berkelanjutan,” jelas Rudy.

Mengingat pentingnya aspek tata air untuk keberlanjutan kawasan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan turut diinstruksikan menyusun skema penyediaan air yang matang. Pasokan air ini nantinya akan menyokong kebutuhan irigasi green house kawasan tematik perikanan dan peternakan, hingga lahan demplot pertanian.

Rudy Susmanto berharap seluruh program ini dapat berjalan beriringan tanpa ada sektor yang ditinggalkan. “Pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus tumbuh bersama dan saling mendukung agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Melalui sinergi lintas sektor ini, koridor strategis 8 kilometer tersebut diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan baru yang memperkuat ekonomi, membuka peluang usaha, serta mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *