Bogor, Trisula.News-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah progresif dalam menghadapi tantangan krisis energi global. Melalui kebijakan terbaru, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bogor kini resmi melaksanakan tugas kedinasan dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 000.8.3/578-ORG yang ditandatangani pada 27 Maret 2026.
Implementasi aturan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif tepat setelah masa libur dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi adaptif pemerintah daerah dalam menyikapi eskalasi krisis global, terutama lonjakan harga energi.
“Kami ingin memastikan kinerja ASN tetap optimal, namun juga mampu berkomtribusi dalam penghematan energi secara nyata,” ujar Rudy.
Meski terdapat perubahan pola kerja pada hari Jumat, Rudy menjamin bahwa produktivitas tidak akan menurun. Sementara untuk hari kerja lainnya, ASN tetap diwajibkan bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO) seperti biasa. Pelayanan Publik Tetap Prioritas
Masyarakat tidak perlu khawatir akan terganggunya akses layanan pemerintah.
Pemkab Bogor memastikan layanan publik yang bersifat esensial tetap beroperasi secara penuh di kantor. Sektor-sektor vital tersebut meliputi: Rumah Sakit dan layanan kesehatan. Sektor transportasi dan keamanan. Unit penanggulangan bencana.
“Pelayanan publik adalah prioritas utama. Unit layanan esensial tetap wajib berjalan penuh,” tegas Rudy.
Selain WFH, Pemkab Bogor juga menginstruksikan langkah efisiensi energi di lingkungan perkantoran secara ketat. Beberapa aturan baru yang diterapkan antara lain: Penggunaan peralatan hemat listrik dan mematikan lampu yang tidak digunakan. Memaksimalkan pencahayaan alami dan mengatur suhu AC minimal 24 derajat Celsius.
Tak hanya soal listrik, mobilitas ASN juga diatur untuk menekan konsumsi bahan bakar. Pada hari Senin, Selasa, dan Kamis, ASN dianjurkan melakukan carpooling atau berbagi kendaraan. Sedangkan pada hari Rabu, ASN didorong menggunakan transportasi umum, sepeda, atau berjalan kaki.
“Kami ingin membangun budaya hemat energi di lingkungan ASN, mulai dari penggunaan listrik hingga pola transportasi yang lebih efisien,” pungkasnya.














