Example floating
Example floating
Bogor

Bangkitkan Ekonomi Kreatif, Kelurahan Atang Sanjaya Fokuskan Pelatihan Membatik di Musrenbang 2027

99
×

Bangkitkan Ekonomi Kreatif, Kelurahan Atang Sanjaya Fokuskan Pelatihan Membatik di Musrenbang 2027

Sebarkan artikel ini

Bogor, Trisula.news- Kelurahan Atang Sanjaya (ATS), Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun anggaran 2027, pada Rabu (14/1/2026), di Aula Kelurahan ATS. Selain fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, kelurahan ini memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan masyarakat melalui seni membatik.

Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Atang Sanjaya, Ayi Hibarningsih, menjelaskan bahwa prioritas pembangunan masih mencakup kebutuhan dasar seperti betonisasi jalan lingkungan, drainase, Penerangan Jalan Umum (PJU), dan pembangunan Posyandu. Namun, yang menjadi pembeda adalah komitmen kuat kelurahan dalam memperluas komunitas pengrajin batik tulis.

ATS menjadi salah satu Kelurahan di Kecamatan Kemang yang memiliki pengrajin batik tulis. Meski saat ini baru terdapat satu kelompok yang terdiri dari 10 orang namun baru lima diantaranya pengrajin terlatih tingkat kabupaten, Ayi melihat potensi besar untuk memperluas skala produksi.

“Daripada hanya berkumpul untuk mengobrol, para ibu rumah tangga di sini ternyata sangat berminat untuk produktif. Kami ingin menambah komunitas baru agar ekonomi keluarga bisa terbantu melalui hasil karya yang memiliki nilai jual,” ujar Ayi.

Keberhasilan program ini terbukti dari profil para anggotanya. Banyak yang semula merupakan pelaku usaha kuliner kini telah bertransformasi menjadi pembatik andal. Bahkan, salah satu warga bernama Ibu Ita kini telah diakui keahliannya hingga sering diundang menjadi narasumber di wilayah lain.

Produk batik Atang Sanjaya juga telah merambah pasar yang luas.Melalui kekuatan media sosial dan jejaring silaturahmi, hasil karya warga ini tidak hanya dikenal di Bogor atau Bandung, tetapi juga telah sampai ke mancanegara, termasuk Rusia.

Para pengrajin didukung penuh oleh Forum UMKM Kecamatan Kemang yang menjembatani akses ke vendor maupun pesanan dinas. Selain itu, partisipasi aktif dalam berbagai bazar dan pameran terus dilakukan untuk memperkenalkan batik lokal ini kepada publik.

“Kami optimis dengan pelatihan yang berkelanjutan dari Pemda, warga akan semakin mandiri secara ekonomi dan mampu menghasilkan karya yang lebih maksimal,” pungkas Ayi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *