Bogor, Trisula.news – Menutup kalender kerja tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar rapat evaluasi bersama seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kantor Bappedalitbang, pada Senin (29/12/25). Rapat dipimpin langsung Bupati Bogor Rudy Susmanto dan difokuskan pada capaian infrastruktur serta pematangan program prioritas 2026.
Salah satu perhatian utama dalam evaluasi tersebut adalah progres pembangunan jalan penghubung Bojonggede–Kemang (Bomang). Bupati Rudy mengakui adanya pergeseran target penyelesaian dua lajur pada tahun ini akibat sejumlah kendala teknis.
“Keterlambatan hanya hitungan hari dari jadwal yang ditargetkan. Kendala utama berasal dari faktor cuaca dan ketersediaan material,” ujar Rudy Susmanto.
Untuk keberlanjutan proyek, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyusun linimasa pembangunan strategis tahun 2026, meliputi pembangunan jembatan Setu Nanggrang dan Setu pada jalur Bomang. Sementara itu, pembangunan flyover direncanakan pada 2027 dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
Selain infrastruktur fisik, sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam rencana kerja 2026. Pemkab Bogor menargetkan pemerataan akses pendidikan melalui penambahan fasilitas sekolah jarak jauh, penguatan program kejar paket di berbagai wilayah, serta percepatan perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.
Meski pembangunan saat ini bersumber dari APBD, Bupati Rudy menegaskan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna membuka peluang dukungan pendanaan.
“Kami sudah bersurat ke Kementerian PUPR dan Pemprov Jawa Barat. Apabila ada dukungan dari provinsi, anggaran yang telah disiapkan daerah dapat dialihkan untuk membiayai program pembangunan lainnya,” kata Rudy.
Selain dukungan pemerintah pusat dan provinsi, Bupati Bogor juga mengajak pelaku usaha di sekitar jalur Bojonggede–Kemang untuk berpartisipasi aktif dalam program penghijauan dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
“Kami menegaskan kepada dunia usaha di sekitar jalur Bomang bahwa pembangunan membutuhkan dukungan semua pihak. Kebersihan lingkungan dan penghijauan di kawasan tersebut diharapkan menjadi bagian dari kolaborasi bersama,” pungkasnya.














