Bogor, Trisula.News-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto tengah mengakselerasi penguatan daya saing produk lokal. Strategi utamanya adalah membangun jembatan kemitraan strategis antara Industri Kecil Menengah (IKM) dengan deretan industri besar yang menjamur di Bumi Tegar Beriman.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Bogor, Mely Kamelya, mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan menjadikan produk IKM sebagai bagian integral dari rantai pasok global.
Mely menegaskan bahwa populasi industri besar di Kabupaten Bogor adalah peluang emas yang harus dikonversi menjadi pasar nyata bagi pelaku usaha lokal. Produk IKM diarahkan untuk menjadi pemasok bahan baku, komponen, maupun produk pendukung bagi pabrik-pabrik besar. Agar dapat diterima, Disdagin melakukan pembinaan intensif yang mencakup peningkatan kualitas produk, bantuan peralatan produksi, hingga pendampingan standar industri.
Salah satu fokus pengembangan adalah sentra industri logam di Kecamatan Citeureup yang memproduksi alat-alat industri makanan seperti loyang dan oven.
“Kami siapkan tahapannya secara komprehensif, mulai dari pembinaan hingga penyediaan alat, agar kualitas produk IKM kita memenuhi standar ketat industri besar,” ujar Mely dalam Podcast Sora Bogor, Selasa (31/3).
Tak hanya di sektor manufaktur, performa perdagangan Kabupaten Bogor juga menunjukkan taringnya di tingkat provinsi. Pada semester pertama tahun 2025, Kabupaten Bogor tercatat sebagai salah satu dari tiga daerah penyumbang ekspor terbesar di Jawa Barat. Disdagin aktif memfasilitasi produk UMKM untuk masuk ke gerai ritel modern melalui proses kurasi ketat pada aspek kemasan, branding, dan kualitas.
Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan keterbukaan industri besar, Pemkab Bogor optimis produk lokal tidak hanya akan merajai pasar domestik, tetapi juga mampu berbicara banyak di kancah internasional.
“Harapannya, produk lokal Kabupaten Bogor punya daya saing tinggi dan mampu menembus pasar nasional hingga pasar global,” pungkas Mely.














