Example floating
Example floating
Bogor

Wujud Transparansi Anggaran, Pemdes Tegal Gelar Musyawarah Realisasi APBDes Semester I

25
×

Wujud Transparansi Anggaran, Pemdes Tegal Gelar Musyawarah Realisasi APBDes Semester I

Sebarkan artikel ini

Bogor, Trisula.news – Pemerintah Desa (Pemdes) Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Desa terkait laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Semester I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tegal pada Jumat (3/7/2026) ini menjadi bentuk komitmen keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.

Musyawarah tersebut dibuka langsung oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tegal, serta dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Kemang, Kepala Desa Tegal, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh lembaga desa.

Dalam sambutannya, Ketua BPD Desa Tegal, Damanhuri menyampaikan apresiasi atas transparansi Pemdes Tegal dalam merealisasikan anggaran. Ia menjelaskan bahwa musyawarah ini bertujuan untuk memaparkan secara gamblang penggunaan APBDes Semester I agar diketahui oleh seluruh masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini untuk memaparkan penggunaan semua anggaran yang masuk ke kas desa, termasuk APBDes, agar masyarakat mengetahui penggunaannya untuk apa saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh program pembangunan maupun pemberdayaan yang dijalankan oleh Pemdes Tegal selalu menempuh jalur musyawarah, mulai dari tingkat dusun (Musdus) hingga tingkat desa (Musdes). Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, momen ini juga digunakan untuk mengevaluasi hambatan yang dihadapi di lapangan.

“Masyarakat berhak mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah Desa. Kami berterima kasih atas kinerja Pemdes yang merealisasikan anggaran dengan baik dan transparan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tegal, Omat Jayadihati, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tokoh dan lembaga desa yang menjadi representasi dari aspirasi warga. Omat memaparkan bahwa realisasi anggaran tahap pertama ini berjalan lancar dan menjadi syarat mutlak untuk pengajuan anggaran tahap berikutnya.

“Alhamdulillah, kegiatan untuk anggaran tahap pertama sudah kita realisasikan. Musyawarah ini, selain untuk keterbukaan, juga salah satu syarat untuk pencairan tahap kedua. Jika tahap pertama belum terealisasi dan dilaporkan, tidak mungkin kita bisa mengajukan pencairan tahap berikutnya untuk melanjutkan pembangunan,” jelas Omat.

Lebih lanjut, Omat merinci bahwa Dana Desa (DD) tahap pertama tahun ini difokuskan pada infrastruktur, yakni pembangunan jalan lingkungan di dua titik. Ia menegaskan, Pemdes Tegal selalu mengutamakan kualitas fisik maupun tertib administrasi dalam setiap proyek desa.

“Sekalipun yang kita bangun itu jalan lingkungan, tetap kita gunakan beton pabrik (readymix) agar secara kualitas bisa dipertanggungjawabkan. Administrasi dan pelaporan juga dikerjakan dengan baik, sehingga semua pekerjaan di Desa Tegal berjalan lancar dan kondusif,” ungkapnya.

Di akhir pemaparannya, Omat berpesan kepada seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun.

“Pesan saya kepada warga, mari rawat jalan yang sudah dibangun. Jangan hanya bisa menggunakannya saja, tetapi juga harus menjaga kebersihan dan kekuatannya, sejalan dengan program Gubernur dan Bupati yang sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan,” pungkas Omat.(Rossa).

There are no comments

Join the conversation

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *