Taliabu, Trisula.news – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pulau Taliabu membantah tudingan terkait dugaan pengumpulan dana yang disebut bersifat memaksa kepada para kepala desa untuk kebutuhan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara V di Kabupaten Halmahera Utara.
Bantahan tersebut disampaikan langsung Sekretaris Umum (Sekum) KONI Pulau Taliabu, Siliwanus Tono Himalaya, menyusul beredarnya informasi di media sosial Facebook terkait dugaan pengumpulan dana oleh salah satu pihak yang dikaitkan dengan kegiatan Porprov.
Tono menjelaskan, saat ini KONI Pulau Taliabu tengah menghadapi agenda besar dan bergengsi tingkat Provinsi Maluku Utara, yakni Porprov Malut V yang akan mempertemukan sepuluh kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Menurutnya, Kabupaten Pulau Taliabu pada ajang tersebut akan mengikuti enam cabang olahraga (cabor) dengan jumlah atlet mencapai sekitar 90 orang. Jika ditambah official dan tim pendamping, total rombongan kontingen mencapai lebih dari seratus orang.
“Ini adalah momentum penting bagi daerah. Pulau Taliabu tidak ingin hanya menjadi penonton dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut,” ujar Tono, Minggu (31/05).
Ia mengatakan, keterbatasan anggaran menjadi tantangan besar bagi KONI dalam mempersiapkan keberangkatan kontingen. Pasalnya, dukungan anggaran yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dispora disebut hanya berkisar lebih dari Rp40 juta.
Dengan kondisi tersebut, pihak KONI kemudian berupaya mencari dukungan partisipasi dari berbagai pihak demi memastikan atlet-atlet daerah tetap bisa mengikuti Porprov Malut V.
Tono menegaskan, seluruh bantuan yang masuk ke KONI bersifat sukarela secara individu dan tidak dilakukan melalui mekanisme pemaksaan, tekanan, maupun instruksi kepada instansi tertentu.
“Bantuan yang masuk itu murni sukarela. Tidak ada unsur memaksa, menekan, ataupun kewajiban. Ini bentuk kepedulian masyarakat terhadap kemajuan olahraga di Pulau Taliabu,” tegasnya.
Ia juga membantah adanya tudingan bahwa KONI melakukan pengumpulan dana secara terstruktur kepada pemerintah desa maupun lembaga tertentu sebagaimana isu yang beredar di media sosial.
Menurutnya, partisipasi masyarakat datang dari berbagai kalangan, termasuk pemerhati olahraga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga stakeholder yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan atlet daerah.
“Bahkan ada masyarakat yang membantu Rp10 ribu, dan itu tetap kami hargai serta kami berterima kasih. Karena yang kami lihat adalah kepeduliannya terhadap generasi muda dan dunia olahraga Taliabu,” katanya.
Selain penjelasan dari pihak KONI, media ini juga berhasil mengonfirmasi dua kepala desa terkait isu tersebut. Keduanya membenarkan bahwa bantuan yang diberikan bersifat sukarela dan bukan menggunakan anggaran pemerintah desa.
“Ini sukarela dari kami, tidak menggunakan uang pemerintah melainkan uang pribadi. Tidak ada unsur menekan atau memaksa,” ujar salah satu kepala desa yang dikonfirmasi media ini.
Keterangan serupa juga disampaikan kepala desa lainnya yang menegaskan bahwa partisipasi tersebut murni bentuk dukungan pribadi terhadap atlet dan kontingen Pulau Taliabu yang akan berlaga di Porprov Malut V.
Tono berharap masyarakat dapat melihat persoalan tersebut secara bijak dan tidak langsung menggiring opini negatif terhadap upaya KONI dalam memperjuangkan keikutsertaan atlet Pulau Taliabu di Porprov Maluku Utara.
“Kami hanya ingin anak-anak daerah punya kesempatan bertanding dan membawa nama baik Pulau Taliabu di tingkat provinsi. Jangan sampai semangat membangun olahraga justru dipatahkan oleh opini yang tidak utuh,” ungkapnya.
Pihak KONI juga memastikan seluruh bentuk partisipasi yang diberikan masyarakat merupakan bantuan sukarela dan bukan pungutan yang bersifat wajib.
“KONI sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas. Dukungan sekecil apa pun sangat berarti bagi perjuangan atlet-atlet Pulau Taliabu,” tutupnya. (**)














