Bogor, Trisula.news – Suasana berbeda terlihat di depan Alun-Alun Kota Bogor pada Jumat (20/06). Sejumlah aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Free Palestine Network (FPN) Pokja Bogor menggelar aksi damai menyerukan persatuan untuk Palestina.
Puluhan peserta aksi terlihat mempersiapkan berbagai atribut. Terlihat bendera Indonesia dan Palestina, boneka berlumuran darah, serta poster dan spanduk besar bertuliskan “USA, UK, Germany, France, Stop Arming Israel!”
“Aksi ini lahir dari rasa kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina, serta panggilan nurani sebagai manusia dan sesama Muslim,” ungkap Mukhtar Abdul Salam, Koordinator FPN Pokja Bogor.
Aparat kepolisian dari Polsekta Bogor tampak hadir sejak awal untuk mengamankan jalannya aksi yang berlangsung tertib.
Kegiatan diisi dengan orasi, pembacaan puisi, serta yel-yel dukungan terhadap Palestina. Aksi damai tersebut menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi, bahkan sebagian ikut berpartisipasi dan mendokumentasikan momen dengan ponsel mereka.
Aksi dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan ditutup dengan doa bersama untuk rakyat Palestina. Sekitar pukul 17.30 WIB, kegiatan berakhir dengan suasana yang damai.
Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Jenderal FPN Furqan AMC menyatakan bahwa FPN tak hanya menggelar aksi di Jakarta, tetapi juga di berbagai kota lain seperti Medan, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Kendari, Majene, Makassar, dan Surabaya.
“Tekanan massa terhadap Amerika Serikat dan sekutunya harus terus dilakukan secara bergelombang hingga genosida dihentikan dan Palestina merdeka,” tegas Furqan.
Ia menyerukan seluruh elemen masyarakat sipil Indonesia untuk menyatukan barisan dan kekuatan perjuangan.
“Kita perlu membangun persatuan demi menghentikan genosida dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tambahnya.
Furqan menyebut, kekejaman Israel tidak hanya terjadi di Gaza, tetapi juga di Tepi Barat, Lebanon, Suriah, Yaman, hingga Iran. Bahkan saat perang dengan Iran pecah, pembantaian di Palestina terus berlangsung.
“Setiap hari rakyat Palestina gugur, termasuk mereka yang sedang mengantri bantuan makanan,” ujarnya.
Menurutnya, kebiadaban Israel tak lepas dari dukungan Amerika Serikat yang menyuplai 80 persen persenjataan. Resolusi gencatan senjata di PBB pun selalu diveto oleh negara tersebut.
“Oleh karena itu, FPN menyerukan seluruh kekuatan sipil untuk mendesak Amerika dan sekutunya menghentikan dukungan militer kepada Israel,” tandasnya.
Furqan juga mendorong pemerintah Indonesia mengambil peran kepemimpinan dalam membentuk Front Internasional Anti-Imperialisme, sebagaimana semangat Konferensi Asia Afrika 1955.
“Palestina adalah satu-satunya peserta konferensi yang belum merdeka. Maka, kemerdekaan Palestina adalah hutang sejarah bangsa Indonesia dan dunia,” pungkasnya.














