Example floating
Example floating
Asusila

Diduga Pertahankan Pekerjaan, Mahasiswi di Kalbar Layani Bos, Rencana Pernikahan Hancur

998
×

Diduga Pertahankan Pekerjaan, Mahasiswi di Kalbar Layani Bos, Rencana Pernikahan Hancur

Sebarkan artikel ini
Photo Ilustrasi (Net)

Kalbar, Trisula.news – Seorang mahasiswi di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), terpaksa melayani bosnya demi mempertahankan pekerjaannya. Akibatnya, rencana pernikahannya hancur setelah kekasihnya mengetahui kejadian tersebut.

Bunga (nama samaran), mahasiswi berusia 23 tahun, bekerja paruh waktu di CV. GRP 12, perusahaan yang tengah mengerjakan proyek instalasi listrik di Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Berkat koneksi orang tuanya, ia mudah diterima bekerja. Namun, di luar tugas profesionalnya, ia diduga dipaksa menemani bosnya, berinisial CM, ke berbagai hotel di Pontianak.

Kasus ini terungkap setelah Bunga menangis dan mengungkapkan semuanya kepada kekasihnya yang berada di Ternate, Maluku Utara. Hubungan LDR mereka seketika kandas setelah sang kekasih mengetahui bahwa Bunga telah enam kali diajak CM menginap di hotel-hotel seperti Orchard, Borneo, Aroma Inn, Haris, dan lainnya.

Merasa dikhianati, kekasih Bunga, yang disebut sebagai Budi (nama samaran), memutuskan membatalkan pernikahan mereka. Selain kehilangan kepercayaan, ia mengaku telah banyak berkorban secara moral dan materi, termasuk membiayai kuliah, tempat tinggal, serta memberikan uang saku bulanan untuk Bunga.

“Mau bagaimana lagi? Semua sudah terjadi. Saya masih beruntung mengetahui ini sebelum pernikahan. Bayangkan saja, pria mana yang rela calon istrinya berulang kali tidur dengan pria lain?” ujar Budi kepada media ini (25/2), dengan nada penuh kecewa.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi atasan yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memaksa bawahan dalam hubungan yang tidak etis. Budi juga menyarankan agar Bunga melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib atau Komnas Perempuan.

“Sekarang terserah dia, mau lapor polisi atau tidak. Saya sudah tidak peduli lagi,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, awak media ini masih berupaya menghubungi CM, bos CV. GRP 12, untuk mengkonfirmasi peristiwa tersebut.

(RL/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *